Terima kasih, Kiata!
Lama tidak menulis disini membuat perasaanku layu Semua isyarat yang diterima mata batin memudar Tubuh menjadi kaku seraya seonggok kayu Dan otak hanya berputar pada tanggal gajian di kalendar Beginkah rasanya menjadi orang dewasa? Tidak ada cinta-cinta mendebarkan Perkara hati dibahas lagi lusa Pastikan perut selalu diberi makan Selamat sore Kiata, apa kabarmu hari ini? Kamu yang dulu sedang berdendang dibawah pohon rambutan atau sekadar membuang waktu yang entah untuk apa. Namun anehnya aku melihat banyak keceriaan diwajahmu. Wajah yang tidak pernah tertutup bedak sampai 0,5 cm pun. Padahal mau makan ayam penyet pun harus kamu pikir ribuan kali. Menghadirkan ingatanku tentang dirimu membuat diriku bergairah lagi. Tidak terasa sepanjang menulis aku masih senyum-senyum sendiri. Bukan karena aku tidak menikmati diriku hari ini. Hanya berterima kasih karena kamu sudah menjalani hidup dengan luar biasa. Dengan mimpi-mimpi yang tinggi. Dengan harapan yang terus membara. Dan semua proses ya...